Disdik Jabar Gratiskan Pengambilan Ijazah Siswa Yang Tertahan

No Comments

Disdik Jabar Gratiskan Pengambilan Ijazah Siswa Yang Tertahan – Dinas Pendidikan Jabar akan menggelar acara diploma week untuk siswa SMA sederajat pada Mei 2021. Pekerjaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini adalah untuk memenuhi hak siswa untuk memperoleh ijazah yang masih bersekolah.

Disdik Jabar Gratiskan Pengambilan Ijazah Siswa Yang Tertahan

Dedi Supandi, Kepala Sekolah Disdik Jawa Barat, mengatakan acara ini merupakan salah satu bentuk peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2021. Tujuan memperoleh ijazah minggu ini juga untuk memungkinkan siswa yang telah menerima pendidikan yang sama di sekolah menengah untuk mendapatkan sertifikat. Lanjutkan pendidikan mereka atau cari pekerjaan.

Didi mengatakan, Jumat (30/4/2021), “Bagi siswa dan orang tua yang merasa ijazahnya masih sekolah bisa mendapatkan ijazah sendiri.”

Didi mengatakan tim di Disdick City, Jawa Barat saat ini sedang mematangkan model atau minggu pembuatan ijazah agar bisa berjalan lancar dan lancar. Ia berharap melalui program ini, siswa yang menyelesaikan studinya di sekolah dapat memperoleh ijazah.

Dia berkata: “Mungkin beberapa orang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau perlu bekerja. Oleh karena itu, program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tetap mendapatkan ijazah di sekolah.

Di saat yang sama, Didi mengakui, hingga saat ini masih terdapat laporan bahwa ijazah ditahan pihak sekolah karena kendala administrasi. Namun, ia memastikan bahwa setiap sekolah, terutama sekolah negeri, tidak diperbolehkan memiliki ijazah siswa setelah menyelesaikan studinya.

“Di negeri itu tidak ada uang sekolah, dan pemotongan ijazah sama sekali tidak diperbolehkan. Sekarang di swasta, meskipun dikelola yayasan tetap sama (tidak ada ijazah), tapi pihak sekolah akan berkomunikasi dengan dan berurusan dengan orang tua, dan jangan menyembunyikan ijazah. Karena itu hak siswa, “kata Didi.

Selain itu, Disdik Jabar saat ini sedang mempersiapkan sistem bagi orang tua siswa untuk melaporkan apakah sekolah tersebut masih memegang ijazah. Sistem akan menangani semua pengaduan yang diajukan oleh orang tua siswa nantinya, sehingga pihak sekolah dapat menindaklanjutinya.

Didi menyimpulkan: “Sistem tersebut masih kami pelajari agar para orang tua siswa dapat menggunakannya untuk melaporkan atau memberikan informasi tentang adanya pemotongan sertifikat sekolah. Sistem tersebut akan diluncurkan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.”

Jepang dan UNICEF Bermitra Dukung Pendidikan Di Tengah Pandemi

No Comments

smart-telecaster – Sejauh ini, pemerintah kembali melaporkan kejadian COVID-19 setiap hari, angka kematian, angka kesembuhan, dan jumlah pasien yang mendapat perawatan di rumah sakit meningkat.

Jepang dan UNICEF Bermitra Dukung Pendidikan Di Tengah Pandemi

Sejak awal proses pembelajaran, pandemi COVID-19 telah merubah dunia pendidikan.Proses pembelajaran ini biasanya dilakukan di kelas tatap muka, namun sejak pandemi berubah menjadi pembelajaran online.

Untuk itu, Jepang dan UNICEF bekerja sama untuk mendukung pendidikan anak-anak dan meningkatkan rantai dingin vaksin di Indonesia.

Pemerintah Jepang akan memberikan hibah darurat senilai 6,9 juta dolar AS (100 miliar rupiah) untuk mendukung respon UNICEF terhadap pendidikan dampak pandemi COVID-19 di Indonesia dan untuk memperkuat rantai dingin terkait fasilitas program vaksinasi COVID-19. kegiatan.

Hibah ini merupakan kelanjutan dari dukungan Jepang terhadap respon multi sektoral UNICEF pada tahun 2020, yang merupakan respon terhadap dampak langsung pandemi COVID-19 di Indonesia melalui “Safe Return to Study Program” yang didukung oleh pemerintah Jepang.

Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan dan psikososial anak-anak di Papua dan Sulawesi Selatan. Dukungan ini juga akan memperkuat sistem dan kemampuan nasional untuk memberikan layanan publik dasar kepada kelompok masyarakat di daerah terpencil di mana layanan tidak tersedia.

UNICEF akan bekerja dengan pihak berwenang setempat untuk memungkinkan anak-anak, terutama yang paling kurang beruntung, untuk kembali ke sekolah dengan selamat, melanjutkan kegiatan belajar mereka, dan mengakses layanan kesehatan dasar yang telah terhalang selama pandemi.

UNICEF juga berharap dapat meningkatkan infrastruktur air, sanitasi dan sanitasi (WASH), mempromosikan perilaku sehat, dan terus memberikan layanan perlindungan anak kepada kelompok anak yang paling membutuhkan dalam pendidikan.

Perwakilan UNICEF Deborah Komini mengatakan: “UNICEF mengapresiasi komitmen Jepang untuk terus mendukung anak-anak Indonesia yang paling rentan selama COVID-19.” “Melalui donasi ini, UNICEF akan dapat mendukung pemerintah daerah. Upaya pihak berwenang untuk mengatasi pandemi agar anak-anak dapat kembali ke sekolah dengan aman. “

Pemkot Tasikmalaya Gelar PTM Untuk Ujian Sekolah Minggu Depan

No Comments

smart-telecaster – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus bersiap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Rencananya PTM akan digelar di sekolah di Tasikmalaya mulai pekan depan.

Pemkot Tasikmalaya Gelar PTM Untuk Ujian Sekolah Minggu Depan

Budiaman Sanusi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, mengatakan pekan depan akan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan ujian sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar (SD). Rencana pengujian adalah untuk uji coba PTM tatap muka terbatas.

Dia mengatakan pada hari Rabu (21/4): “Ini keinginan sekolah saat ujian sekolah dilakukan secara tatap muka. Dinas Pendidikan juga sudah menyerahkan izin kepada satgas. Rencana besok (Kamis) akan dibahas secara pasti.”

Menurutnya, jika menurut daftar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang harus dipenuhi sekolah sebelum PTM digelar, 84% sekolah sudah memenuhi syarat. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya harus menegaskan kembali persyaratan tersebut, terutama ketika sarana dan prasarana protokol kesehatan sudah siap.

“Oleh karena itu, jumlah sekolah yang akan mengadakan tatap muka minggu depan masih belum matang. Apalagi kurang dari seminggu lagi. Perlu kontrol ulang atau tidak daftarnya, akan dibahas besok. “Kata Budiaman.

Ia menambahkan, pekan depan, ada kemungkinan PTM tatap muka hanya dilakukan untuk siswa kelas VI SD yang akan menjalani ujian kelulusan. Meski selebihnya masih bisa belajar online.

Sedangkan untuk SMP, menurut Budiaman, sebagian besar sekolah sudah siap mengikuti ujian secara online. Dia berkata: “Tapi tidak apa-apa melakukan uji tatap muka. Setelah itu, evaluasi. Jadi Juli sudah siap.”

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, PTM sekolah akan digelar mulai 26 hingga 30 April untuk jenjang SD dan SMP. Menurutnya, PTM sekolah itu akan bertepatan dengan pelaksanaan ujian.

“Tapi tetap harus menjaga protokol kesehatan. Nanti waktu dan jamnya akan diatur pihak sekolah,” ujarnya, Selasa (20/4).

Ia menyarankan agar kepala sekolah mengawasi dengan baik pelaksanaan PTM. Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, kepala sekolah harus bertanggung jawab.

Proses PTM di Kapuas Hulu Diberhentikan Karena Ada Kasus Covid-19

No Comments

smart-telecaster – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu di Kupuas Kalimantan Barat telah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Selimbau. Ini karena kasus covid-19.

Proses PTM di Kapuas Hulu Diberhentikan Karena Ada Kasus Covid-19

Penanggung jawab Disantikbud Kapuas Hulu Petrus Kusnadi di Benteng Putusi mengatakan: “Pembelajaran tatap muka di Selimbau dihentikan dan dialihkan ke belajar dari rumah karena di Kabupaten Selimbau ada warga yang dipastikan positif Covid-19.” , Minggu (18/4).

Pembelajaran tatap muka akan dihentikan di SDN 01 Selimbau, SDN 02, SDN 03, SDN 04, SDN 05, SDN 06, SMPN 01 dan SMPN 04 Selimbau mulai tanggal 19-24 April 2021.

Dia menambahkan: “Pendidik dan tenaga pendidik terus pergi ke sekolah seperti biasa sesuai dengan protokol kesehatan dan memberi siswa kesempatan belajar melalui pembelajaran di rumah.”

Petrus terus menghentikan pembelajaran tatap muka, yang merupakan komitmen Disdikbud Kapuas Hulu untuk menjaga keselamatan siswa Covid-19.
“Dari awal kami sampaikan kalau Covid-19 dipastikan, sekolah di daerah itu akan berhenti belajar tatap muka. Salah satu sekolah yang mengalami masalah yang sama, yaitu Kecamatan Seberuang, pernah kami berhentikan untuk sementara proses belajar tatap muka.” Dia Menjelaskan

Sementara itu, untuk sekolah lain, ia menegaskan, Disdikbud Kapuas Hulu terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengembangkan data sebaran Covid-19.

Pihaknya kembali mengimbau semua satuan pendidikan disiplin dalam menjalankan regulasi kesehatan, serta mengimbau orang tua, wali, dan seluruh lapisan masyarakat.

Dia berkata: “Penyebaran Covid-19 tidak bisa kecil, terutama dalam hal kesehatan dan keselamatan siswa kami. Saya tegaskan kembali bahwa satuan pendidikan harus disiplin saat menerapkan protokol kesehatan.”

Dikatakan bahwa para guru akan divaksinasi secara bertahap, namun protokol kesehatan wajib masih dilaksanakan.

Siswa Yang Mengikuti PTM Dilarang Menggunakan Transportasi Umum

No Comments

smart-telecaster – Siswa yang menjajaki pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID-19 tidak diizinkan berangkat maupun pulang sekolah dengan menggunakan transportasi umum.

Siswa Yang Mengikuti PTM Dilarang Menggunakan Transportasi Umum

Kepala SMKN 7 Semarang Samiran, di Semarang, Senin, berkata pihak sekolah telah memilah anak didik yang dibolehkan masuk dikala uji coba pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini.

” Ketentuan yang penting wajib menemukan permisi orang berumur. Setelah itu dari yang telah menemukan permisi itu dipilih lagi bersumber pada jarak terdekat dari rumah, tidak mempunyai penyakit komorbit, dan pergi sekolah memakai alat transportasi sendiri ataupun diantar oleh keluarganya,” tuturnya.

Beliau mengatakan anak didik cuma diizinkan pergi serta kembali sekolah dengan memakai alat transportasi sendiri, diantar keluarganya, ataupun berjalan kaki. Anak didik dilarang memakai angkutan umum.

Beliau menarangkan uji coba tatap muka ini diikuti oleh anak didik kelas X. Bagi ia ada 104 anak didik kategori X yang menjajaki penataran lihat wajah yang dibagi dalam 8 bidang.

” Tiap- tiap bidang terdapat 13 anak didik. Sedangkan lebihnya menjajaki pelajaran dengan cara daring,” tuturnya.

Beliau mengatakan penerapan aturan kesehatan pada hari awal penataran lihat wajah mulai jam 08. 00 sampai 10. 00 Wib ini berjalan bagus.

Walaupun begitu, tutur ia, hendak dicoba penilaian buat memandang bila terdapat keadaan yang butuh diperbaiki.

Beliau meningkatkan dari jumlah keseluruhan 609 anak didik kelas X, ada 27 anak didik yang orang tuanya tidak memperbolehkan anaknya ikut serta dalam uji coba pembelajaran tatap muka.

Samiran tidak merinci alasan ketidaksetujuan orang tua anak didik itu.

Sedangkan di SMPN 5 Semarang, pihak sekolah tidak berikan peluang anak didik buat berbual sepanjang terletak di area sekolah.

“Setelah masuk gerbang dan dilakukan pengecekan, siswa langsung diarahkan masuk ke kelas oleh guru,” kata kepala SMPN 5 Semarang Teguh Waluyo.

Dia mengatakan, Di SMP 5, proses belajar mengajar diikuti oleh siswa kelas VII yang terdiri dari tiga kelas yang dibagi dua.

“Jadi terdapat enam kelas yang digunakan oleh siswa dari tiga kelas,” katanya.

Menurut dia, sistem pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bergiliran.

“Hari ini kelas VII A, B, C. Besok kelas VII D, E, F. Begitu pembagian seterusnya di masa uji coba ini,” paparnya.

Pemkab Ciamis Siap Mulai PTM Pada Senin, Berikut Persyaratannya

No Comments

smart-telecaster – Pemerintah Kabupaten Ciamis akan memulai pada Senin, 19 April 2021, tes sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) selama dua minggu.

Pemkab Ciamis Siap Mulai PTM Pada Senin, Berikut Persyaratannya

Salah satu pertimbangan untuk melakukan uji coba PTM adalah, dalam beberapa pekan terakhir, penambahan Covid-19 ke Kabupaten Ciamis sudah mulai melandai.

Sekolah atau sekolah tatap muka yang diizinkan untuk memulai uji coba PTM harus memenuhi banyak persyaratan. Diantaranya, sekolah berada di zona aman atau zona hijau, atau tidak ada kasus positif Covid-19, dan semua guru sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Saat Ramadhan, uji coba PTM berlangsung dua minggu untuk pertama kalinya. Alhamdulillah ini lebih cepat dari rencana sebelumnya. Sidang akan berlangsung setelah Lebaran,” kata Asep Saeful Rahmat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, pada Rabu 14 April 2021.

Ia mengungkapkan bahwa uji coba PTM atau sekolah tatap muka tidak cocok untuk semua jenjang kelas, tetapi sangat cocok untuk kelas tertentu. Di tingkat SD, uji coba PTM hanya berlaku untuk kelas V-VI, tingkat SMP adalah kelas VII-VIII, dan tingkat SMA berlaku untuk kelas X-XI. Dalam kegiatan PTM atau uji coba sekolah tatap muka, semua kegiatan harus mengikuti pedoman protokol kesehatan.

“Selama acara, kami tetap harus mengikuti prosedur kesehatan. Mulai dari keutuhan infrastruktur sekolah, seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, termasuk guru yang mengajar, semua harus divaksinasi Covid dan menjaga jarak antar meja siswa.

Asep menjelaskan, sesuai aturan PTM atau sekolah tatap muka saat pandemi Covid-19, ruang kelas hanya terisi 50%. Oleh karena itu, pembelajaran dilakukan dalam dua tahap. Pagi dan sore hari, atau sekali sehari. Ia melanjutkan, penataan meja siswa juga diatur atau dijaga pada jarak tertentu. Selain itu, guru atau siswa yang rumahnya berada di zona merah, tidak diperkenankan untuk mengajar atau menghadiri kelas.

Demikian pula siswa yang tinggal di daerah tersebut masih menggunakan kegiatan belajar online atau daring. Proses KBM dilaksanakan tiga kali dalam seminggu. Usai uji coba langsung dilakukan evaluasi sebagai dasar untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut.

Asep mengatakan: “Guru dan siswa yang tinggal di zona merah tidak diperbolehkan mengajar secara langsung, dan siswa yang tinggal di zona yang sama masih belajar secara online.”

Bahkan, jika orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya bersekolah, maka sekolah tidak boleh melarang.

“Jangan memaksakan diri. Jika orang tua dan anak sudah siap, silakan belajar di sekolah.

Terkait kegiatan PTM, Asep lebih lanjut menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis dan Dinas Pendidikan Jabar.

“Saya berharap kegiatan ptm ini dapat berjalan dengan lancar. Bagi kami, keselamatan siswa, guru, dan pendidik menjadi pertimbangan utama, ”ujarnya.

Pemkab Bogor Perpanjang Uji Coba PTM Untuk Persiapan PTM Serentak

No Comments

smart-telecaster – Pemerintah Kabupaten Bogor di Jawa Barat memperpanjang masa uji coba Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas selama pandemi Covid-19. Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan perpanjangan dilakukan untuk pembelajaran tatap muka serentak pada Juli 2021.

Pemkab Bogor Perpanjang Uji Coba PTM Untuk Persiapan PTM Serentak Pada Juli 2021

“Dilanjut, kemungkinan memenuhi persyaratan dibuka untuk persiapan pada Juli,” kata Ade Yasin di ruang kerjanya di Cibinong, Bogor, Minggu (11/4/2021).

Ia mengklaim, persidangan dari 9 Maret hingga 10 April 2021 berjalan lancar. Pasalnya, meski beberapa satuan pendidikan masih didapati belum menerapkan protokos kesehatan secara tegas, tidak ada sekolah yang menjadi klaster dalam kelompok penularan Covid-19.

Dia berkata: “Jika sebuah sekolah tidak mematuhi protokol kesehatan yang ketat, harap tindak lanjuti masalah tersebut dari ujung hingga ujung.”

Saat masa uji coba PTM, Bupati Bogor menegaskan agar siswa tidak diperbolehkan membeli makanan atau jajan di luar sekolah, sehingga didorong untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Selain itu, pembelajaran hanya berlangsung sekitar dua jam, kemudian siswa diminta segera pulang agar tidak ada kegiatan lain di dalam atau di sekitar sekolah.

Ade Yasin mengatakan sidang PTM dibatasi tiga landasan hukum, yakni SKB Tiga Menteri Nomor 516 Tahun 2020, Perbup Bogor Nomor 60 Tahun 2020, dan Perbup Bogor Nomor 15 Tahun 2021.

Di antara 232 sekolah yang dikirim, 170 sekolah telah melakukan eksperimen pembelajaran tatap muka. Jumlah tersebut meliputi 29 SD negeri, 24 Madrasah Ibtidaiah (MI), 28 SMP, 18 Madrasah Tsanawiah (MTs), 7 Madrasah Aliyah (MA), 32 SMA dan 32 SMK.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memberikan 11 poin bimbingan teknis tata cara protokol kesehatan bagi 170 sekolah dengan PTM terbatas.

Sekolah SMA dan SMK Di Lampung Akan Terima Pendidikan Berlalu Lintas

No Comments

smart-telecaster – Pada tahun ajaran baru 2021/2022, mata pelajaran Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lampung meliputi pendidikan berlalu lintas.

Sekolah SMA dan SMK Di Lampung Akan Terima Pendidikan Berlalu Lintas

Setelah Kantor Polisi (Ditlantas) Lampung dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menandatangani kesepakatan kerja sama pada Rabu (7/4/2021), penyisipan muatan lalu lintas ini dipastikan.

Direktur Donny Damanik, Komisaris Tinggi Lampung Polda Ditlantas, mengatakan pendidikan transportasi akan masuk dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Donny mengatakan dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (8/4/2021): “Rencana detail rencana pendidikan lalu lintas dan penerapan pelaksanaan insersi akan segera disusun antara Dinas Pendidikan Perhubungan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung.”

Donny menambahkan, perjanjian kerja sama ini merupakan implementasi dari Rencana Prioritas Kapolri yaitu tentang perubahan teknologi kepolisian modern di era kepolisian 4.0, dan bertujuan untuk mencapai pendidikan lalu lintas pada mata pelajaran PPKn jenjang SMA / SMK di Provinsi Lampung.

Donny mengatakan: “Untuk membangun fondasi etika yang kuat dengan mengintegrasikan nilai-nilai dalam pendidikan berlalu lintas, diperlukan pencapaian kompetensi dan pengembangan etika.

Selain itu, hasil yang diharapkan dari memasukkan pendidikan transportasi adalah terciptanya budaya transportasi yang baik di kalangan siswa.

Donny mengatakan: “Untuk menjaga keselamatan dan keamanan diri sendiri dan orang lain, serta rasa tanggung jawab dalam lalu lintas, masyarakat telah mengembangkan mobilitas dan keterampilan dalam menggunakan berbagai sarana lalu lintas dan angkutan jalan.”

Donny mengatakan melalui edukasi lalu lintas ini pihaknya juga berharap dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang keselamatan lalu lintas.

Donny berkata: “Kami berharap untuk melaksanakan pendidikan transportasi pada tahun ajaran 2021/2022 mendatang.”

Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar mengapresiasi implementasi kesepakatan kerja sama tersebut.

Sulpakar mengatakan: “Teknisnya ini akan segera dibahas dengan Ditlantas Polda Lampung.”

Sebanyak 85 Sekolah Di Jakarta Sudah Mulai Uji Coba PTM Di Sekolah

No Comments

smart-telecaster – Pemprov DKI Jakarta akan mulai hari Ini,(Rabu,7/4) hingga 29 April 2021 untuk melakukan percobaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebanyak 85 Sekolah Di Jakarta Sudah Mulai Uji Coba PTM Di Sekolah

Sebanyak 85 sekolah tersebut tersebar di enam Kabupaten / kota di Jakarta, dengan rincian satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, dan 18 sekolah di Jakarta Barat, 6 sekolah di Jakarta Utara.

Taga Radja dari Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan, pilot plan tersebut adalah siswa di setiap jenjang sekolah bisa bergantian belajar tatap muka. Pada hari Senin siswa untuk pembelajaran tatap muka adalah 4 SD, 7 SMP dan 10 SMA.

Ia menambahkan: “SD dan PAUD kelas 1, 2, dan 3 belajar di rumah. Pada hari Selasa, semua ruangan disemprot dengan disinfektan. Untuk antisipasi jika sekolah masih ada virus yang tertinggal.”

Kemudian, pada hari ini, siswa yang sedang belajar mencapai kelas 5 SD, 8 SMP dan 11 SMA. Jumat, tingkat 6 SD, 9 SMP dan 12 SMA.

Dalam proses pelaksanaannya, Pemprov DKI membatasi jumlah siswa di setiap kelas maksimal 50% siswa. Selain itu, bahan ajar sangat diperlukan, tidak ada olah raga, ekstrakurikuler, dan kantin serta perpustakaan tutup.

Bersamaan dengan itu, ia menjelaskan bahwa selama masa studi siswa sekolah durasinya tidak akan terlalu lama.

“Untuk spesifik (waktunya), saya belum mendapat arahan dari Pokja PTM (pembelajaran tatap muka) tentang jadwal dan jadwal perkuliahan. Karena ini akan disesuaikan dengan durasi bulan puasa 20. sampai 30 menit, “katanya.

Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menegaskan selama wabah Covid-19 terjadi, orang tua memiliki hak penuh untuk mengizinkan anaknya belajar tatap muka di sekolah atau terus belajar dari rumah (BDR).

Nahdiana berkata: “Orang tua masih memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anak-anak mereka diizinkan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran campuran atau pembelajaran di rumah.”

Nahdiana mengatakan, pihaknya masih belajar di rumah selama persidangan berlangsung. Apalagi masih ada beberapa jurusan pendidikan yang belum lolos penilaian dan belum mengikuti uji coba terbatas.

Ia juga menegaskan, jika ditemukan kasus positif Covid-19 pada masa uji coba pembelajaran tatap muka, Pemprov DKI Jakarta akan menutup sekolah tersebut. Jika pihak berwenang menyatakan bahwa sekolah tersebut dalam keadaan aman terpapar Covid-19, sekolah tersebut dapat dibuka kembali.

Ia mengatakan: “Jika siswa dan pendidik memiliki gejala terpapar Covid-19, pihak sekolah akan segera melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pusat kesehatan terdekat.”

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, jika eksperimen yang dilakukan Pemprov DKI berhasil, pihaknya akan mempertimbangkan untuk memperluas pembelajaran tatap muka di sekolah.

Riza berkata: “Jika berhasil, kami akan mempertimbangkan untuk berkembang lagi. Kami sekali lagi mencari dukungan dari kami semua, dan kami akan mencoba sekolah tatap muka terbatas antara online dan offline.

Kemendikbud Dorong Pemerintah Daerah Prioritaskan Vaksin Untuk Guru

No Comments

smart-telecaster – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah memprioritaskan vaksinasi virus corona (Covid-19) bagi guru dan tenaga pendidik.

Kemendikbud Dorong Pemerintah Daerah Prioritaskan Vaksin Untuk Guru

Permintaan Nadiem terkait rencananya membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka sekolah secara terbatas mulai Juli mendatang.

Dia mengatakan pada konferensi pers online pada Selasa (30/3): “Kami mendorong semua pemerintah daerah yang saat ini divaksinasi untuk memprioritaskan guru dan pendidik sebagai sektor esensial dan sangat penting.”

Nadim mengatakan, pemerintah daerah masih belum melakukan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik. Namun dia tidak menjelaskan apa arti dengan tertutup tersebut.

Dia melanjutkan: “Karena ini adalah sektor terakhir di daerah yang masih terttutup. Jadi tolong tekankan bahwa vaksin (guru dan pendidik) menjadi prioritas,”

Nadim mengatakan, untuk membuka seluruh sekolah pada Juli mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan target waktu maksimal vaksinasi guru dan pendidik di jenjang tertentu.

Guru PAUD, SD, SLB dan guru sederajat menerima vaksinasi dosis pertama pada minggu kedua bulan Mei. SMP / SMA / SMK dan sederajat paling lambat akhir pekan keempat Mei. Dan pendidikan tinggi di minggu kedua bulan Juni.

Meski tidak ada target untuk vaksinasi kedua, alasannya setiap merek vaksin memiliki interval vaksinasi kedua yang berbeda.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan semua sekolah yang divaksinasi untuk memulai pembelajaran tatap muka. Namun, sekolah tetap perlu memberikan pilihan untuk belajar dari rumah.

Mulai saat ini, kebijakan tersebut dapat diterapkan untuk sekolah yang memenuhi persyaratan dalam perjanjian sanitasi dan telah mendapatkan izin dari pihak terkait.

Untuk daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau kasus Covid-19, sekolah dapat dihentikan sementara waktu.