Nadiem Makarim Harus Mengembangkan Kearifan Bahasa Lokal

No Comments

Nadiem Makarim Harus Mengembangkan Kearifan Bahasa Lokal

smart-telecaster – Menteri Pembelajaran serta Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berkunjung ke bagian timur Indonesia, persisnya ke Papua Barat. Kehadirannya di Dunia bumi cendrawasih itu untuk melaksanakan kunjungan kegiatan.

Nadiem datang di Kabupaten atau Kota Sorong, Papua Barat semenjak Rabu, 10 Februari 2021. Dalam peluang itu Nadiem mendatangi sanggar seni Seni Nani Bili. Beliau pula berpeluang buat melaksanakan diskusi dengan masyarakat lokal.

Bengkel seni Seni Nani Bili ialah komunitas para penggemar seni dari bermacam kaum di Tanah Moi ataupun Kota Sorong yang disaat ini mempunyai 276 anggota.

Berikutnya, Nadiem pula bertamu serta bertukar pikiran dengan warga adat Moi Kelipat di Desa Malaumkarta serta meninjau cagar budaya Pihak Pertahanan Jepang di Pulau Doom, Area Sorong Kepulauan.

Pada peluang itu Nadiem menerangkan komitmennya buat memajukan budaya. Beliau berkata kalau kemajemukan adat ialah kekayaan terbanyak di Indonesia.

” Ini prioritas Kemendikbud, kalau tidak hanya pelestarian, inovasi juga amat berarti. Alhasil adat kita dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya,” ucapnya diambil pada Minggu (14/2021).

Dorong Pelestarian Bahasa

Di Malaumkarta, Nadiem juga mendesak pelestarian bahasa selaku bagian dari perlindungan adat serta budaya lewat pelajaran bahasa adat di dasar pembelajaran. Menurutnya, tanpa bahasa daerah yang sarat makna dan kearifan lokal, maka kebudayaan sulit berkembang.

“Ruang kearifan lokal dalam sistem pendidikan kita sudah seharusnya dikembangkan,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kunjungannya, Mantan Bos Gojek Indonesia itu juga menyampaikan paradigma baru pemajuan kebudayaan yang digencarkan Kemendikbud.

“Kemendikbud mengubah paradigma dalam membuat kebijakan dan program terkait kebudayaan. Kami memikirkan bagaimana kita dapat melakukan investasi terhadap ekosistem kebudayaan agar berdampak positif bagi perekonomian penggiat seni dan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat adat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *