Nadiem Larang Sekolah Untuk Paksa Ortu Agar Siswa Mau Jalani PTM

No Comments

smart-telecaster – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui, mulai saat ini, empat peraturan menteri membolehkan sekolah tatap muka. Asalkan guru dan tenaga pendidik di setiap sekolah telah divaksinasi.

Nadiem Larang Sekolah Untuk Paksa Ortu Agar Siswa Mau Jalani PTM

Namun Nadiem berpesan agar sekolah tidak memerintahkan orang tua untuk membiarkan anak-anaknya (siswanya) belajar secara tatap muka. Ini karena orang tua memiliki hak untuk memutuskan apakah anaknya dapat berpartisipasi dalam pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Ia mengatakan: “Orang tua jangan dipaksa, karena orang tua bebas memilih anaknya bersekolah tatap muka terbatas, atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah.”, Sabtu (3/4/2021).

Dia menegaskan, sekolah tatap muka yang terbatas ini berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini, sekolah tatap muka yang terbatas ini secara teknis telah mengadopsi prosedur protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, untuk mencapai 50% kapasitas atau hingga 18 siswa dalam satu kelas, menjaga jarak antar kursi siswa, dan menerapkan prosedur kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah.

Dia berkata: “Tidak ada aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan.”

Nadim mengatakan, jika jumlah penularan Covid-19 di suatu daerah bertambah, pemerintah daerah (Pemda) juga berhak menutup sekolah lagi. Hal tersebut juga berlaku ketika pemerintah daerah menemukan laporan kasus infeksi Covid-19 di lingkungan sekolah.

Ia mengatakan: “Oleh karena itu, kita harus tetap waspada. Jika terjadi infeksi di lingkungan sekolah, sekolah harus ditutup sementara.”

Ia melanjutkan, sekolah tatap muka belum dibuka pada Juli 2021, namun mulai saat ini sudah bisa beroperasi.

Dia berkata: “Pada Juli 2021, saya berharap semua sekolah akan membuka sekolah tatap muka.”

Nadim menambahkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga bisa digunakan untuk percepatan pembangunan sekolah tatap muka.

Dia mengatakan: “Dengan kata lain, dapat melengkapi kebutuhan sekolah terkait dengan protokol kesehatan, seperti masker, sabun tangan, tes Covid-19 reguler, layanan penjemputan, dll.”

5 Guru SMAN 1 Bangka Positif Covid, PTM Dihentikan Sementara

No Comments

smart-telecaster – Lima guru SMA Negeri 1 Bangka di Provinsi Kepulauan Belitung dinyatakan positif Covid-19. Akibatnya, proses pengajaran tatap muka terhenti untuk sementara.

5 Guru SMAN 1 Bangka Positif Covid, PTM Dihentikan Sementara

Hasil penyelidikan epidemiologi dan uji antigen yang dilakukan oleh tim kesehatan dari pusat kesehatan masyarakat (PKM) menunjukkan bahwa satu guru SMA Negeri 1 dinyatakan positif, sehingga jumlah guru di sekolah yang positif Covid-19. Covid-19 Juru bicara satgas mengatakan saat itu hanya ada 5 orang, seperti dikutip Antara di Kabupaten Bangka Boy Yandra, Sungailiat, Selasa (30/3)

Boy mengungkapkan bahwa seorang guru memiliki riwayat kontak dekat dengan rekannya yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Dia menjelaskan: “Seorang guru perempuan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit provinsi. Setelah didiagnosis oleh dokter, dia mengalami gejala batuk, flu, sakit tenggorokan dan nyeri.”

Sementara itu, empat guru yang sebelumnya positif masih dikarantina untuk mendapatkan perawatan kesehatan dari tim medis.

“Dengan ditemukannya virus corona yang menyebar di institusi sekolah, sejak kemarin (29/3) hingga 10 hari ke depan, proses pengajaran tatap muka sempat terhenti sementara dan dialihkan ke sistem pembelajaran online.” Dia menjelaskan.

Menurut data Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Bangka, jumlah pasien kumulatif hingga saat ini mencapai 2.300. Sebanyak 2.197 orang dinyatakan sembuh dan 31 orang meninggal dunia.

“Kami mengingatkan masyarakat agar disiplin saat melaksanakan rencana Covid-19, karena ini terjadi hampir setiap hari,” kata Boy.

Terkendala Internet, Siswa Di Halmahera Ujian Di Bawah Pohon Kelapa

No Comments

smart-telecaster – Masyarakat di daerah terpencil, dan terluar belum sepenuhnya merasakan akses internet Indonesia yang adil. Kondisi ini dialami warga pulau-pulau kecil dan pedalaman Hamahera di Maluku Utara. Daerah yang tambang nikel dan emas memiliki banyak potensi sumber daya alam masih mengalami kesulitan akses internet.

Terkendala Akses Internet, Siswa Di Halmahera Terpaksa Ujian Di Bawah Pohon Kelapa

Meski begitu, warga khususnya mahasiswa di sana tetap semangat. Bahkan, para siswa di sini memilih pergi ke pantai yang berjarak 1 km dari sekolah untuk mengakses Internet.

Bahkan, beberapa siswa dari sekolah yang berbeda harus mengikuti ujian sekolah di bawah pohon kelapa. Hal ini dilakukan agar dapat mengikuti ujian sekolah dan sekolah secara online.

Sekolah tersebut adalah SMK Bina Talenta Halmahera Utara yang terletak di Desa Pediwang, Kecamatan Kao Barat. Siswa di sekolah ini mengikuti ujian di gedung yang hanya memiliki satu ruangan, beratap seng, dan tidak berdinding.

Selain sekolah tersebut, terdapat Madrasah Aliyah Nurul Yaqin yang berada di Desa Supu, Kecamatan Loroda Utara, Hamahera Utara. Para siswa ini tampaknya mencari internet di pantai untuk dapat mengikuti ujian sekolah secara online. Jaringan buruan hanya berjarak sekitar 1 km dari sekolah. Jaringan yang diakses berasal dari Pulau Morotai.

Sekalipun dia mencoba untuk dapat mengakses Internet, situasi ini tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan. Harapan 16 siswa ini harus pupus karena tidak dapat mengakses Internet akibat upaya tersebut.

Pada Selasa, 24 Maret, MA Nurul Yaqin Bahadiah R Koroi menyatakan: “Sulit mengakses link website untuk mencetak ID peserta ujian.”

Ia mengatakan ujian sekolah yang terpaksa dilakukan para pelajar MA ini dengan terpaksa diputuskan oleh para guru atas permintaan Kantor Kementerian Agama Halmahera Utara.

Dia berkata: “Ini untuk melaporkan ke pusat tentang pelaksanaan ujian sekolah online.”

Faktanya, sekolah dan kantor wilayah Kementerian Agama telah sepakat untuk mengadakan ujian sekolah manual khusus untuk Mandrasah yang kesulitan mengakses Internet.

“Tapi di hari ketujuh (hari terakhir ujian sekolah), tiba-tiba kantor mengeluarkan pemberitahuan bahwa setidaknya laporan ujian online harus diserahkan ke pusat, kalau tidak nama sekolah kita tidak terdaftar di pusat. ” Dia melanjutkan.

Karena tidak dapat mengakses Internet, Kepala Sekolah MA memutuskan untuk mengembalikan peserta tes ke gedung sekolah untuk menyelesaikan sisa ujian.

Bahadiah berharap pemerintah Maluku Utara dan Hamahera Utara memperhatikan masalah Internet di pelosok yang merupakan masalah serius.

Dia menambahkan: “Ini untuk meningkatkan pendidikan kami dan memberi manfaat bagi geenrasi penerus negeri ini.”

Ujian sekolah Madrasah Nurul Yaqin akan dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 23 Maret 2021. Selain kedua SMA tersebut, juga terdapat MTs Baiturrahman Salimuli di Kecamatan Galera Utala Hamahela Utara yang juga mengalami kendala serupa. Alhasil, siswa MTs mengikuti ujian online di bawah pohon.

H Naser Dodoteng, Kepala sekolah MTs, mengatakan pelaksanaan ujian Madrasah di bawah pohon kelapa di dekat pantai merupakan solusi dari ketidakmampuan mengakses internet.

Kebijakan Dana BOS Efektif Guna Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah

No Comments

smart-telecaster – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan kebijakan alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Olahraga pada 2021. Sejak tahun lalu, mekanisme penggunaan dana BOS secara langsung di sekolah mendapat respons positif dan berhasil mengurangi tingkat keterlambatan pendanaan, yakni sekitar 32% atau tiga minggu menjelang tahun 2019.

Kebijakan Dana BOS Efektif Guna Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah

Sutanto, Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menjelaskan sejak 2020 anggaran BOS berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, anggaran BOS bisa langsung digunakan di sekolah. Tujuannya agar sekolah tidak terlambat menerima dana BOS.

“Pada tahun 2021, pendanaan BOS didasarkan pada jumlah siswa dikalikan biaya tiap satuan pendidikan, dan disesuaikan dengan mahalnya tingkat kabupaten / kota masing-masing,” kata Sutanto di hadapan masyarakat Dilaog dengan tema ” kata Sutanto dalam Dilaog Publik bertema Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik Untuk Peningkatan Mutu Operasional Sekolah yang diselenggarakan oleh KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Jumat (26/3).

Mengenai penggunaannya, pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap sekolah. Menurut Penanggung Jawab SMP Negeri 1 Salatiga Hariyati, pada kesempatan yang sama, menurut Juknis, BOS 2021 memang membantu sekolah mencapai pendidikan yang baik saat pandemi, dan sekolah perlu pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hariati mengatakan: “Cara berpikir kita harus cerdas untuk mengelola dana BOS yang ada.”

Suiyato membenarkan pernyataan Hariyati. Ia mengatakan, wabah itu memaksa sekolah untuk beradaptasi, terutama dalam penerapan PJJ.

Ia mengatakan: “Seperti yang dikatakan Ibu Hariyati, dengan dukungan dana BOS, pendidik akan terus bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik kepada siswanya.”

Bahkan, Hariyati menggunakan dana BOS untuk membeli tablet dan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, sehingga siswa yang tidak bisa mengikuti PJJ bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dari pihak sekolah.

Ia mengatakan: “Bagi siswa yang mengalami kendala pada sarana dan prasarana PJJ, kami akan pinjamkan perangkat komputer tablet yang dibeli dari BOS,” ujarnya.

 

Kemendikbud Sebut SDM Masih Menjadi Masalah Pendidikan Vokasi

No Comments

smart-telecaster – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan, sumber daya manusia (SDM) masih menjadi salah satu pokok permasalahan pendidikan vokasi.

Kemendikbud Sebut SDM Masih Menjadi Masalah Pendidikan Vokasi

“Permasalahan paling mendasar bagi SMK adalah SDM, guru dan kepala sekolah. Maka itu, selain anggaran fisik dan non fisik, kita siapkan juga anggaran untuk men-training guru dan kepala sekolah,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam bincang interaktif Program Merdeka Belajar ke-8: SMK Pusat Keunggulan secara daring di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, pihaknya akan lebih fokus pada pembinaan guru yang sudah ada, baik yang normatif maupun produktif.

Di saat yang sama, dia melanjutkan, pihaknya juga sedang mempersiapkan guru industri untuk menggantikan guru yang akan pensiun.

Ia mengatakan: “Oleh karena itu, kita perkuat apa yang kita miliki sekarang, dan kedepannya kita akan persiapkan dengan Dirjen GTK (guru dan pendidik). Dalam beberapa tahun ke depan, banyak guru yang akan pensiun.”

Wikan mengatakan, pihaknya telah merumuskan kebijakan “Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)” untuk menarik para profesional industri menjadi guru SMK.

Dia berkata: “Ini untuk menjawab pertanyaan tentang peningkatan guru industri. Ini untuk menjawab pertanyaan tentang guru produktif.”

Sementara itu, lanjutnya, guru normatif yang telah menjadi guru produktif akan disertifikasi untuk meningkatkan kualitasnya.

Dia berkata: “Kami adalah sertifikasi kompetensi, pelatihan, dan kami magangkan di industri.”

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan episode kedelapan dari Merdeka Belajar Pusat Unggulan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ia mengatakan: “Ini adalah visi presiden untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul melalui pendidikan vokasi yang berkualitas dan meningkatkan berbagai tujuan sumber daya manusia bangsa,” ujarnya.

Diakui Nadiem, SMK masih kesulitan memenuhi kebutuhan lingkungan kerja, sehingga situasi tersebut perlu segera diselesaikan. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang komprehensif untuk menjawab tantangan perbaikan kondisi SMK sesuai kebutuhan lingkungan kerja.

Nadiem Mengatakan Kuota Internet Bisa Menggunakan Dana BOS

No Comments

Nadiem Mengatakan Jika Dirasa Kurang ,Kuota Internet Bisa Menggunakan Dana BOS

smart-telecaster – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengalokasikan kuota internet bersubsidi untuk pelajar, guru, mahasiswa, dan dosen. Kuota Internet bulanan sebesar 7 GB hingga 12 GB akan disediakan dalam tiga bulan ke depan.

Jika kuota internet dirasa tidak mencukupi, Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan siswa dan pendidik dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana BOS dapat digunakan untuk membeli kuota bagi siswa dan pendidik.

Nadim dalam jumpa pers online pada Senin, 1 Maret 2021 mengatakan: “Sekolah yang membutuhkan tambahan kuota bisa menggunakan dana BOS.”

Ia mengatakan dana BOS tahun ini bisa digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Nadiem menjelaskan: “Alokasi dana BOS bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Makanya kami berikan keleluasaan.”

Menurutnya, dana BOS dapat membantu masyarakat yang membutuhkan operasional sekolah, mulai dari gaji guru honorer, pembelian persiapan tatap muka, kuota, dll. Namun, pihaknya mendorong dana BOS lebih banyak digunakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dia berkata: “Dalam masa krisis, kami harus memberikan fleksibilitas dan dukungan maksimum kepada sekolah. Saya berharap siswa kami akan lebih nyaman dan dapat mengadakan pertemuan tatap muka.”

Nadiem terus memberikan subsidi kuota internet pada 2021. Jumlah kuota kurang dari tahun lalu. Namun semua kuota yang diberikan bersifat generic, artinya dapat digunakan untuk mengunjungi banyak halaman, kecuali Facebook, Instagram, TikTok dan website yang diblokir oleh pemerintah.

Nadiem menjelaskan, siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan mendapat kuota 7 GB per bulan. Siswa di pendidikan dasar dan menengah akan menerima kuota bulanan sebesar 10 GB. Tahun lalu, pada level ini, 35 GB dialokasikan setiap bulan.

Sementara untuk guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sedangkan tahun sebelumnya juga diberikan 35 GB per bulan.

Pada saat yang sama, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan kuota bulanan sebesar 15 GB. Sebelumnya pada tahun 2020, mereka menerima 50 GB per bulan.

 

Pemkab Bogor Lakukan Uji Coba PTM, Berikut Point-Point Uji Coba PTM

No Comments

Pemkab Bogor Lakukan Uji Coba PTM, Berikut Point-Point Uji Coba PTM

smart-telecaster – Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan uji coba sekolah tatap muka mulai Senin, 15 Maret hingga 10 April 2021.

Dijelaskannya, 170 dari 200 sekolah yang lolos wawancara terbatas. Rinciannya meliputi 29 SD, 24 MI, 28 SMP, 18 MTS, 7 MA, 32 SMA dan 32 SMK.

Bupati Bogor Ade Yasin, Ketua Pokja Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, secara resmi merilis keputusannya tentang pembelajaran tatap muka (PTM) selama pandemi. Pada Senin (15/3/2021) Ade Yasin mengatakan: “Sesuai putusan ini, sidang PTM akan berlaku selama satu bulan.”

Ia mengatakan, uji coba PTM ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang pelaksanaan pedoman studi tahun 2020/2021. tahun ajaran dan 2020. Selama pandemi Covid-19 / tahun ajaran 2021.

Selain itu, jelasnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Cabang Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan, dan pertemuan tersebut telah menetapkan uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Berikut 10 poin syarat uji coba PTM di Kabupaten Bogor:

1. Membuat sekolah / model eksperimental untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

2. Pelaksanaan PTM akan dilaksanakan di setiap kecamatan 1 (satu) pendidikan SD / MI, SMP / MT, SMA / MAN dan SMK.

3. DISDIK, Cabang Dinas dan Depag membentuk tim gabungan untuk memverifikasi kesiapan cabang Dinas dan Depag Disdik dalam usulan implementasi departemen pendidikan PTM.

4. Dari 232 sekolah yang diusulkan, 171 sekolah telah lolos verifikasi dan konfirmasi, dimana 1 MTs diantaranya sudah dicabut, sehingga total izin yang dikeluarkan Dinas Pendidikan adalah 170 sekolah.

5. Untuk sekolah yang bukan sekolah model dan belum lolos verifikasi dan konfirmasi tetap belajar secara online.

6. Disdik telah menyusun pedoman operasional dan teknis SOP PTM masing-masing dinas pendidikan, serta membentuk tim untuk memantau pelaksanaan PTM.

7. Disdik telah menyerahkan tim monitoring dan evaluasi kepada dinas dan Kementerian Agama untuk mengimplementasikan PTM di satuan pendidikan yang berwenang.

8. Masa uji coba PTM adalah 1 bulan, terhitung mulai tanggal 9 Maret sampai dengan 10 April 2021.

9. Jika ada siswa atau guru yang dipastikan positif Covid-19 pada saat pelaksanaan PTM, maka penerapan PTM di sekolah otomatis akan terhenti dan pembelajaran ulang akan dilakukan secara online.

10. Jika orang tua beberapa siswa tidak mengizikan mengikuti PTM, maka satuan pendidikan model yang diizinkan oleh PTM harus tetap melanjutkan pembelajaran online. Namun, berdasarkan hasil verifikasi dan konfirmasi, sekitar 72% -95% persetujuan orang tua diterapkan.

Sekitar 500 Siswa SMA Di Gorontalo Putus Sekolah Dampak Pandemi

No Comments

Sekitar 500 Siswa SMA Di Gorontalo Putus Sekolah Dampak Pandemi

smart-telecaster – Pandemi Covid-19 terus melanda hampir semua wilayah. Sektor pendidikan juga terpengaruh. Banyak siswa memilih putus sekolah karena berbagai alasan.

Sejak awal pandemi hingga saat ini, terutama di Gorontalo, menurut catatan, sekitar 500 siswa SMA / SMK atau sederajat telah putus sekolah.

Wahyudin Katili, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo, mengatakan: “Dari total 50.831 siswa SMA dan siswa setingkat, sekitar 500 putus sekolah selama pandemi.”

Menurutnya, siswa tersebut memilih putus sekolah karena berbagai alasan. Berawal dari permasalahan yang diakibatkan oleh tekanan finansial, para orang tua berpisah dan berganti-ganti pasangan dengan beberapa siswa yang memilih menikah karena bosan di rumah.

Dia berkata: “Dampak terbesar adalah masalah ekonomi. Mereka tidak ingin bersekolah lagi karena mereka bekerja membantu orang tua mereka.”

Selain itu, kata Vayudin, angka putus sekolah di Gorontalo termasuk yang tertinggi dalam persentase. Namun hal ini hanya disebabkan oleh sedikitnya jumlah pelajar dan penduduk di Gorontalo.

Ia berkata: “Namun, jika kita berbicara tentang angka, bidang lain akan lebih besar. Oleh karena itu, meskipun demikian, kami akan mengevaluasi dan memantau secara ketat siswa yang belajar di rumah.”

Dia berkata: “Saya ada pertemuan dengan kepala sekolah untuk mempermudah cara memantau kegiatan belajar siswa.”

Ia berharap orang tua siswa harus menjaga komunikasi dengan anak-anak kita selama proses pembelajaran online ini. Kita harus menjaga dan membimbing mereka agar tidak bosan di rumah.

Ia menegaskan: “Dalam pandemi seperti itu, tidak hanya guru yang dapat membimbing, tetapi orang tua juga harus dapat mengatur dan mengawasi anak-anaknya.”

 

Helmy Yahya Bantu Pelajar Muslim Buat Lebih Memahami Sejarah Islami

No Comments

Helmy Yahya Bantu Pelajar Muslim Buat Lebih Memahami Sejarah Islami

smart-telecaster – Presenter Helmy Yahya yang sempat memimpin dan membenahi Lembaga Penyiaran Publik, terus membuktikan rasa cintanya kepada Indonesia. Adik kandungan Tantowi Yahya ini berjalan maju buat berkontribusi di dunia pendidikan Tanah Air.

Berstatus sebagai CEO KidsLoop Nusantara, Helmy Yahya mau membantu pelajar islam di Indonesia yang berjumlah sekitar 55 juta orang buat lebih memahami sejarah Islami dan menghidupkan kembali Siroh Nabawiyah.

Untuk mewujudkan misinya itu, Helmy Yahya membuat konten aplikasi Islami.Ia menggandeng perusahaan Rumah Kisah yang selama ini berpengalaman dalam hal membuat konten fun sekaligus friendly sejak awal 2020 lalu.

“Harapan dan pencapaian nantinya agar KidsLoop EduTech akan menjadi perusahaan yang terdepan dalam menyediakan materi pelajaran Agama Islam berbasis aplikasi,” terang Helmy Yahya melalui siaran pers yang diterima Liputan6.com.

KidsLoop ialah perusahaan EduTech global yang memiliki tujuan dalam memperkenalkan peluang berlatih untuk anak – anak. Bergerak di bidang usaha transformasi bentuk pendidikan dini, salah satu guna perushaan yang kantor pusatnya di London, Inggris, merupakan membantu sekolah serta penerbit buat mendigitalkan konten dan menganalisa konten yang diperoleh.

Berdiri semenjak 2011, KidsLoop saat ini telah mempunyai kantor di beberapa negara. Mulai dari Hong Kong, Korea Selatan, China, sampai menjalar ke 30 negeri di dunai, termasuk Indonesia.

Helmy Yahya berharap kehadiran KidsLoop EduTech di Indonesia dapat menbantu para orangtua serta siswa dalam menambah ilmu wawasan.

Melihat Indonesia sebagai salah satu negeri muslim terbesar di dunia, Helmy Yahya terus melihat pangsa pasar pendidikan yang mengangkut faktor Islami perlu digalakkan dengan perkembangan teknologi yang ada.

“Untuk mendapatkan pangsa pasar yang cukup besar ini, saya akan rutin mensosialisasikan program-program ini ke berbagai instansi Pemerintah Pusat dan Daerah,” pungkas Helmy Yahya.b

Binus University Siapkan Mahasiswa Menuju Karier Internasional

No Comments

Binus University Siapkan Mahasiswa Menuju Karier Internasional

 

Binus University sudah banyak melahirkan lulusan terbaik yang kini menjadi profesional dan juga entrepreneur. Tidak sedikit pula yang namanya mencapai karier secara internasional dalam berbagai bidang. Binus memang dikenal sebagai universitas yang menawarkan jenjang karier ke arah tersebut, karena kurikulum yang dipakai serta koneksi melalui kerja sama yang dibuatnya.

Mengingat perkembangan secara global berlangsung sangat cepat, Binus pada 2001 mendirikan Binus International untuk memenuhi kebutuhan masa depan dan tekanan globalisasi pada bisnis dan pasar kerja. Binus International bekerja sama dengan banyak universitas terkemuka di seluruh dunia, Binus ingin memberikan pengalaman internasional kepada para mahasiswanya.

Dalam hal ini ada beberapa nama universitas terbaik di luar negeri yang terkoneksi langsung dengan Binus International, seperti University of Newcastle, University of New South Wales (UNSW), Northumbria University, Cologne Business School dan universitas lainnya.

Sementara untuk jurusan yang disediakan di antaranya program International Business, Business Management and Marketing, Finance, Communications, Computer Science dan Business Information Systems. Selain beragam jurusan yang tersedia, Binus International juga didukung dengan keunggulan program double degree yang merupakan program oleh dua universitas yang berbeda di mana mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan dua program dalam kurun waktu yang sama satu atau dua tahun belajar di luar negeri.

Binus secara lebih khusus pun memiliki sekolah desain melalui kerja samanya dengan Northumbria University salah satu Top 10 Innovation & Entrepreneur University in Europe. Binus Northumbria School of Design merupakan universitas yang berfokus pada jurusan desain.

Beberapa program di antaranya adalah Fashion yang terbagi dalam Fashion Design dan Fashion Management. Serta Graphic Design and New Media, terbagi dalam Graphic Design dan Interactive Digital Media Design.

Melalui BNSD, mahasiswa diharapkan bisa mempelajari semua skill ataupun management yang memang diarahkan kepada karier internasional. Dalam proses pembelajarannya pun mahasiswa akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai event berskala internasional di bidang desain, seperti Jakarta Fasihion Week dan Comic Con.

Para mahasiswa di BNSD pun didukung dengan beragam fasilitas terbaik untuk mencapai hasil yang berkelas internasional. Mac Room, Auditorium, Modular Class, Drawing Class, Photography Class, Pattern Making Class, Sewing Room, Library, Meeting Room dan fasilitas lain bisa digunakan oleh mahasiswa BNSD.

Baik Binus International atau Binus Northumbria School of Design menawarkan beragam program beasiswa yang bisa didapatkan para mahasiswanya, tentunya dengan beragam syarat yang harus dicapai. Informasinya bisa didapatkan melalui website Binus International (https://international.binus.ac.id/) dan BNSD (https://bnsd.binus.ac.id/).