Pemkab Ciamis Siap Mulai PTM Pada Senin, Berikut Persyaratannya

No Comments

smart-telecaster – Pemerintah Kabupaten Ciamis akan memulai pada Senin, 19 April 2021, tes sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) selama dua minggu.

Pemkab Ciamis Siap Mulai PTM Pada Senin, Berikut Persyaratannya

Salah satu pertimbangan untuk melakukan uji coba PTM adalah, dalam beberapa pekan terakhir, penambahan Covid-19 ke Kabupaten Ciamis sudah mulai melandai.

Sekolah atau sekolah tatap muka yang diizinkan untuk memulai uji coba PTM harus memenuhi banyak persyaratan. Diantaranya, sekolah berada di zona aman atau zona hijau, atau tidak ada kasus positif Covid-19, dan semua guru sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Saat Ramadhan, uji coba PTM berlangsung dua minggu untuk pertama kalinya. Alhamdulillah ini lebih cepat dari rencana sebelumnya. Sidang akan berlangsung setelah Lebaran,” kata Asep Saeful Rahmat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, pada Rabu 14 April 2021.

Ia mengungkapkan bahwa uji coba PTM atau sekolah tatap muka tidak cocok untuk semua jenjang kelas, tetapi sangat cocok untuk kelas tertentu. Di tingkat SD, uji coba PTM hanya berlaku untuk kelas V-VI, tingkat SMP adalah kelas VII-VIII, dan tingkat SMA berlaku untuk kelas X-XI. Dalam kegiatan PTM atau uji coba sekolah tatap muka, semua kegiatan harus mengikuti pedoman protokol kesehatan.

“Selama acara, kami tetap harus mengikuti prosedur kesehatan. Mulai dari keutuhan infrastruktur sekolah, seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, termasuk guru yang mengajar, semua harus divaksinasi Covid dan menjaga jarak antar meja siswa.

Asep menjelaskan, sesuai aturan PTM atau sekolah tatap muka saat pandemi Covid-19, ruang kelas hanya terisi 50%. Oleh karena itu, pembelajaran dilakukan dalam dua tahap. Pagi dan sore hari, atau sekali sehari. Ia melanjutkan, penataan meja siswa juga diatur atau dijaga pada jarak tertentu. Selain itu, guru atau siswa yang rumahnya berada di zona merah, tidak diperkenankan untuk mengajar atau menghadiri kelas.

Demikian pula siswa yang tinggal di daerah tersebut masih menggunakan kegiatan belajar online atau daring. Proses KBM dilaksanakan tiga kali dalam seminggu. Usai uji coba langsung dilakukan evaluasi sebagai dasar untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut.

Asep mengatakan: “Guru dan siswa yang tinggal di zona merah tidak diperbolehkan mengajar secara langsung, dan siswa yang tinggal di zona yang sama masih belajar secara online.”

Bahkan, jika orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya bersekolah, maka sekolah tidak boleh melarang.

“Jangan memaksakan diri. Jika orang tua dan anak sudah siap, silakan belajar di sekolah.

Terkait kegiatan PTM, Asep lebih lanjut menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis dan Dinas Pendidikan Jabar.

“Saya berharap kegiatan ptm ini dapat berjalan dengan lancar. Bagi kami, keselamatan siswa, guru, dan pendidik menjadi pertimbangan utama, ”ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *