Kemendikbud Dorong Pemerintah Daerah Prioritaskan Vaksin Untuk Guru

No Comments

smart-telecaster – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah memprioritaskan vaksinasi virus corona (Covid-19) bagi guru dan tenaga pendidik.

Kemendikbud Dorong Pemerintah Daerah Prioritaskan Vaksin Untuk Guru

Permintaan Nadiem terkait rencananya membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka sekolah secara terbatas mulai Juli mendatang.

Dia mengatakan pada konferensi pers online pada Selasa (30/3): “Kami mendorong semua pemerintah daerah yang saat ini divaksinasi untuk memprioritaskan guru dan pendidik sebagai sektor esensial dan sangat penting.”

Nadim mengatakan, pemerintah daerah masih belum melakukan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik. Namun dia tidak menjelaskan apa arti dengan tertutup tersebut.

Dia melanjutkan: “Karena ini adalah sektor terakhir di daerah yang masih terttutup. Jadi tolong tekankan bahwa vaksin (guru dan pendidik) menjadi prioritas,”

Nadim mengatakan, untuk membuka seluruh sekolah pada Juli mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan target waktu maksimal vaksinasi guru dan pendidik di jenjang tertentu.

Guru PAUD, SD, SLB dan guru sederajat menerima vaksinasi dosis pertama pada minggu kedua bulan Mei. SMP / SMA / SMK dan sederajat paling lambat akhir pekan keempat Mei. Dan pendidikan tinggi di minggu kedua bulan Juni.

Meski tidak ada target untuk vaksinasi kedua, alasannya setiap merek vaksin memiliki interval vaksinasi kedua yang berbeda.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan semua sekolah yang divaksinasi untuk memulai pembelajaran tatap muka. Namun, sekolah tetap perlu memberikan pilihan untuk belajar dari rumah.

Mulai saat ini, kebijakan tersebut dapat diterapkan untuk sekolah yang memenuhi persyaratan dalam perjanjian sanitasi dan telah mendapatkan izin dari pihak terkait.

Untuk daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau kasus Covid-19, sekolah dapat dihentikan sementara waktu.

Nadiem Larang Sekolah Untuk Paksa Ortu Agar Siswa Mau Jalani PTM

No Comments

smart-telecaster – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui, mulai saat ini, empat peraturan menteri membolehkan sekolah tatap muka. Asalkan guru dan tenaga pendidik di setiap sekolah telah divaksinasi.

Nadiem Larang Sekolah Untuk Paksa Ortu Agar Siswa Mau Jalani PTM

Namun Nadiem berpesan agar sekolah tidak memerintahkan orang tua untuk membiarkan anak-anaknya (siswanya) belajar secara tatap muka. Ini karena orang tua memiliki hak untuk memutuskan apakah anaknya dapat berpartisipasi dalam pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Ia mengatakan: “Orang tua jangan dipaksa, karena orang tua bebas memilih anaknya bersekolah tatap muka terbatas, atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah.”, Sabtu (3/4/2021).

Dia menegaskan, sekolah tatap muka yang terbatas ini berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini, sekolah tatap muka yang terbatas ini secara teknis telah mengadopsi prosedur protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, untuk mencapai 50% kapasitas atau hingga 18 siswa dalam satu kelas, menjaga jarak antar kursi siswa, dan menerapkan prosedur kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah.

Dia berkata: “Tidak ada aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan.”

Nadim mengatakan, jika jumlah penularan Covid-19 di suatu daerah bertambah, pemerintah daerah (Pemda) juga berhak menutup sekolah lagi. Hal tersebut juga berlaku ketika pemerintah daerah menemukan laporan kasus infeksi Covid-19 di lingkungan sekolah.

Ia mengatakan: “Oleh karena itu, kita harus tetap waspada. Jika terjadi infeksi di lingkungan sekolah, sekolah harus ditutup sementara.”

Ia melanjutkan, sekolah tatap muka belum dibuka pada Juli 2021, namun mulai saat ini sudah bisa beroperasi.

Dia berkata: “Pada Juli 2021, saya berharap semua sekolah akan membuka sekolah tatap muka.”

Nadim menambahkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga bisa digunakan untuk percepatan pembangunan sekolah tatap muka.

Dia mengatakan: “Dengan kata lain, dapat melengkapi kebutuhan sekolah terkait dengan protokol kesehatan, seperti masker, sabun tangan, tes Covid-19 reguler, layanan penjemputan, dll.”

Nadiem Mengatakan Kuota Internet Bisa Menggunakan Dana BOS

No Comments

Nadiem Mengatakan Jika Dirasa Kurang ,Kuota Internet Bisa Menggunakan Dana BOS

smart-telecaster – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengalokasikan kuota internet bersubsidi untuk pelajar, guru, mahasiswa, dan dosen. Kuota Internet bulanan sebesar 7 GB hingga 12 GB akan disediakan dalam tiga bulan ke depan.

Jika kuota internet dirasa tidak mencukupi, Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan siswa dan pendidik dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana BOS dapat digunakan untuk membeli kuota bagi siswa dan pendidik.

Nadim dalam jumpa pers online pada Senin, 1 Maret 2021 mengatakan: “Sekolah yang membutuhkan tambahan kuota bisa menggunakan dana BOS.”

Ia mengatakan dana BOS tahun ini bisa digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Nadiem menjelaskan: “Alokasi dana BOS bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Makanya kami berikan keleluasaan.”

Menurutnya, dana BOS dapat membantu masyarakat yang membutuhkan operasional sekolah, mulai dari gaji guru honorer, pembelian persiapan tatap muka, kuota, dll. Namun, pihaknya mendorong dana BOS lebih banyak digunakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dia berkata: “Dalam masa krisis, kami harus memberikan fleksibilitas dan dukungan maksimum kepada sekolah. Saya berharap siswa kami akan lebih nyaman dan dapat mengadakan pertemuan tatap muka.”

Nadiem terus memberikan subsidi kuota internet pada 2021. Jumlah kuota kurang dari tahun lalu. Namun semua kuota yang diberikan bersifat generic, artinya dapat digunakan untuk mengunjungi banyak halaman, kecuali Facebook, Instagram, TikTok dan website yang diblokir oleh pemerintah.

Nadiem menjelaskan, siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan mendapat kuota 7 GB per bulan. Siswa di pendidikan dasar dan menengah akan menerima kuota bulanan sebesar 10 GB. Tahun lalu, pada level ini, 35 GB dialokasikan setiap bulan.

Sementara untuk guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sedangkan tahun sebelumnya juga diberikan 35 GB per bulan.

Pada saat yang sama, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan kuota bulanan sebesar 15 GB. Sebelumnya pada tahun 2020, mereka menerima 50 GB per bulan.

 

Nadiem Makarim Harus Mengembangkan Kearifan Bahasa Lokal

No Comments

Nadiem Makarim Harus Mengembangkan Kearifan Bahasa Lokal

smart-telecaster – Menteri Pembelajaran serta Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berkunjung ke bagian timur Indonesia, persisnya ke Papua Barat. Kehadirannya di Dunia bumi cendrawasih itu untuk melaksanakan kunjungan kegiatan.

Nadiem datang di Kabupaten atau Kota Sorong, Papua Barat semenjak Rabu, 10 Februari 2021. Dalam peluang itu Nadiem mendatangi sanggar seni Seni Nani Bili. Beliau pula berpeluang buat melaksanakan diskusi dengan masyarakat lokal.

Bengkel seni Seni Nani Bili ialah komunitas para penggemar seni dari bermacam kaum di Tanah Moi ataupun Kota Sorong yang disaat ini mempunyai 276 anggota.

Berikutnya, Nadiem pula bertamu serta bertukar pikiran dengan warga adat Moi Kelipat di Desa Malaumkarta serta meninjau cagar budaya Pihak Pertahanan Jepang di Pulau Doom, Area Sorong Kepulauan.

Pada peluang itu Nadiem menerangkan komitmennya buat memajukan budaya. Beliau berkata kalau kemajemukan adat ialah kekayaan terbanyak di Indonesia.

” Ini prioritas Kemendikbud, kalau tidak hanya pelestarian, inovasi juga amat berarti. Alhasil adat kita dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya,” ucapnya diambil pada Minggu (14/2021).

Dorong Pelestarian Bahasa

Di Malaumkarta, Nadiem juga mendesak pelestarian bahasa selaku bagian dari perlindungan adat serta budaya lewat pelajaran bahasa adat di dasar pembelajaran. Menurutnya, tanpa bahasa daerah yang sarat makna dan kearifan lokal, maka kebudayaan sulit berkembang.

“Ruang kearifan lokal dalam sistem pendidikan kita sudah seharusnya dikembangkan,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kunjungannya, Mantan Bos Gojek Indonesia itu juga menyampaikan paradigma baru pemajuan kebudayaan yang digencarkan Kemendikbud.

“Kemendikbud mengubah paradigma dalam membuat kebijakan dan program terkait kebudayaan. Kami memikirkan bagaimana kita dapat melakukan investasi terhadap ekosistem kebudayaan agar berdampak positif bagi perekonomian penggiat seni dan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat adat,” ujarnya.